Postingan

Menampilkan postingan dengan label Rupiah

Rupiah Melemah Rp 455, Setiap Impor Migas Naik US$ 1 Miliar

TabloidNasional . Nilai tukar rupiah mudah terpengaruh oleh transaksi ekspor impor minyak dan gas (migas). Hal tersebut terlihat dari dampak ekspor impor terhadap perubahan besaran nilai tukar. Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengatakan, berdasarkan simulasi ReforMiner, setiap terjadi kenaikan impor US$ 1 miliar maka rupiah melemah sebanyak Rp 455. "Simulasi yang kami lakukan, setiap ada kenaikan kebutuhan devisa untuk impor sebesar US$ 1 miliar, dan asumsi variabel ekonomi lain tetap, akan menurunkan nilai tukar Rp 455 per dolar," kata dia dalam acara Media Gathering PT Medco E&P Indonesia dan Medco E&P Natuna Ltd, di Taman Budaya Sentul, Bogor, Minggu. Sementara, setiap kenaikan ekspor US$ 1 miliar dolar maka rupiah akan menguat sebanyak Rp 467. Hal itu berbeda dengan ekspor impor untuk non migas. Dia menerangkan, setiap kenaikan impor non migas sebesar US$ 1 miliar rupiah akan melemah Rp 90. Jika ekpor non migas meningkat US$ 1 mil...

Pagi Ini Rupiah Anjlok ke Level Rp14.500 per Dolar AS

ChannelRakyat . Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.500 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot sore ini, Kamis. Posisi ini melemah 97,5 poin atau 0,68 persen dari kemarin sore, Rabu di Rp14.402 per dolar AS. Di kawasan Asia, rupiah masih menjadi mata uang dengan pelemahan tertinggi. Diikuti won Korea Selatan melemah 0,31 persen dan baht Thailand minus 0,23 persen. Kemudian, ringgit Malaysia minus 0,21 persen, dolar Singapura minus 0,17 persen, peso Filipina minus 0,12 persen, dolar Hong Kong minus 0,04 persen. Hanya yen Jepang yang menguat 0,35 persen dari dolar AS. Begitu pula dengan mata uang utama negara maju yang bersandar di zona merah. Dolar Australia melemah 0,5 persen, dolar Kanada minus 0,26 persen, rubel Rusia minus 0,17 persen, dan poundsterling Inggris minus 0,09 persen. Namun, euro Eropa dan franc Swiss berada di zona hijau dengan menguat 0,02 persen dan 0,11 persen. Analis CSA Research Institute Reza Priyambada memperkirakan rupiah akan melanjutka...