Postingan

Menampilkan postingan dengan label BUMN

DPR: Jangan Sampai Kebablasan!, Utang BUMN Rp 5.271 Triliun

HarianPress . Anggota Komisi VI DPR RI Lili Asdjudiredja mengingatkan bahaya utang yang ditanggung BUMN. Dia mengingatkan jangan sampai BUMN berutang terus sampai kebablasan. Menurut Lili utang berbahaya, terutama utang dengan mata uang asing yang bisa membahayakan ekonomi nasional, karena bisa kena dampak dari pelemahan nilai mata uang rupiah. Apalagi dengan situasi nilai mata uang yang bisa naik dan turun tanpa diprediksi. "Yang berbahaya adalah (utang) dari luar negeri di mana kursnya berubah, naik turun. Kalau ini terjadi terus menerus saya khawatirkan apakah utang luar negeri ini tidak membahayakan (ekonomi nasional)," ujar Lili dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Kementerian BUMN, di Ruang Rapat Komisi VI, Gedung DPR Senayan, Senin. Lili menegaskan bahwa utang luar negeri ini tidak boleh dianggap remeh. "Bagaimanapun juga ini memberikan pengaruh yang cukup besar, kalau kita tidak bisa membayar utang, pasti akan ada risiko ke depan," pungkasnya. "Ja...

di Pundak BUMN Ada Tumpukan Utang dan Beban Infrastruktur Jokowi

KanalUtama . Utang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) era Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi sorotan. Jumlahnya terus meroket dari tahun ke tahun, bahkan mencapai ribuan triliun. Berdasarkan data Kementerian BUMN, jumlah utang perusahaan-perusahaan pelat merah per September (unaudited) mencapai Rp5.271 triliun per September 2018. Jumlah utang tersebut mencakup Dana Pihak Ketiga (DPK) bank BUMN. Di luar DPK, jumlahnya mencapai Rp2.994 triliun. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara menilai bengkaknya utang BUMN di era Jokowi terjadi karena dua hal, yaitu penugasan dan tekanan nilai tukar rupiah. Dari sisi penugasan, target pembangunan infrastruktur menjadi salah satu biang keladi suburnya pertumbuhan utang perusahaan-perusahaan milik negara. Tengoklah beban pembangunan yang kini harus ditanggung para BUMN karya, seperti PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, hingga PT Adhi K...

pada Kuartal III 2018 Laba Pertamina Anjlok Rp30 triliun

RakyatUtama . Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat laba bersih PT Pertamina (Persero) hingga kuartal III 2018 hanya mencapai Rp5 triliun. Laba tersebut anjlok Rp30 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp35 triliun. Kinerja tersebut terungkap dalam data Kementerian BUMN yang dipaparkan Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Bisnis Aloysius Kiik Ro pada Selasa (4/12). Data tersebut juga mengungkapkan total utang Pertamina yang melonjak dari Rp371 triliun menjadi Rp522 triliun. Di sisi lain, aset meningkat dari Rp694 triliun menjadi Rp923 triliun. Sedangkan ekuitas naik dari Rp323 triliun menjadi Rp400 triliun. Laba Pertamina anjlok secara signifikan sejak 2016. Pada akhir 2016, perusahaan mencatatkan laba mencapai US$3,15 miliar atau sekitar Rp42,3 triliun. Laba tersebut kemudian turun menjadi US$2,54 miliar atau sekitar Rp34,4 triliun. Pahala sebelumnya memperkirakan laba perusahaan hingga akhir tahun ini akan menciut dibandingkan perol...